Kontribusi Kaset Bajakan Bagi Penikmat Musik Underground Era 90'an: Sebuah catatan personal dari remaja tanggung dalam pencarian jati diri.
Ini sebenarnya lebih ke tulisan personal bagaimana saya dulu mengenal Aldi vokalis band punk rock dari Bandung, KEPARAT dan Aan sebagai pioner penggerak scene Oi! dan juga vokalis salah satu band Oi! yang lumayan cukup tua dari Bandung, HAIRCUTS. Tulisan ini hanya sedikit mengenang perkenalan saya dengan band - band punk yang lebih Real ?, karena dulu yang saya konsumsi sebatas musik punk semacam Green Day, Offspring dan band - band yang di ijinkan untuk dirilis di Indonesia, itu pun banternya the Sex Pistols, dulu mungkin negara ini sok-sok'an mengadopsi peraturan PMRC (Parents Music Resource Center) layaknya di negara lain, mungkin karena band punk dari Amerika dan Inggris angkatan 80an lebih extreme dalam menyuarakan pesan yang disampaikan dalam lirik-liriknya, yang mungkin dulu akan dianggap mengganggu stabilitas negara kita ketika musik tersebut diadopsi para pemuda di Indonesia. Padahal kalau merekam jejak lebih dalam, punk (mungkin) masuk ke Indonesia di akhir '70an ketika sebuah majalah "Aktuil" menulis sebuah artikel “Punk: In Pictures and Briefs” yang membahas beberapa band punk dari Inggris seperti Ian Dury, Richard Hell, Patty Smith, Sex Pistols, The Clash, The Damned dll. Tapi bukan sejarah masuknya punk ke Indonesia yang ingin saya bahas, lebih ketulisan personal bagaimana saya mengenal punk lebih dari pada umumnya di media mainstream.
Sesuatu pengalaman yang menyenangkan saat itu ketika menemukan hal baru dalam hidup apalagi terkait dengan musik, karena dengan kaset-kaset rekaman bajakan tersebut saya menjadi lebih jauh mengenal band punk yang belum pernah saya dengar sebelumnya dan merubah hidup saya sampai hari ini, "karena saat itu untuk membeli rilisan fisik original sangatlah susah dan mahal, hanya segelintir orang yang beruntung bisa mendapatkan rekaman album originalnya" dan rilisan album punk original pertama dan tentunya jadi bisa membaca booklet/info semua band saya dapatkan dari pa Aan lewat distro "Workers"nya.




Comments
Post a Comment